
Kutacane // elhannews – Pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, membantah keras tuduhan yang menyebut adanya pencatutan nama organisasi wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Persatuan Wartawan Aceh (PWA) dalam dugaan pungutan terhadap kepala sekolah.
Ketua K3S Babussalam, Jabal Nurdin Cipto, S.Pd, menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar dan tidak pernah ada pihak dari K3S yang mengatasnamakan organisasi wartawan untuk meminta ataupun mengumpulkan uang dari kepala sekolah.
“Kami tegaskan, tidak pernah ada pencatutan nama PWI maupun PWA dalam kegiatan K3S Babussalam. Tuduhan itu tidak benar dan sangat merugikan nama baik kami,” ujar Jabal Nurdin Cipto, S.Pd, saat memberikan klarifikasi kepada awak media, Jumat (9/5/2026).
Ia menjelaskan, selama ini hubungan antara kepala sekolah dan insan pers di Aceh Tenggara berjalan dengan baik serta saling menghormati tugas masing-masing. Karena itu, pihaknya merasa keberatan atas pemberitaan yang dinilai telah menggiring opini publik tanpa konfirmasi menyeluruh kepada pengurus K3S.
Menurutnya, seluruh kegiatan yang dilakukan K3S bersifat terbuka dan berkaitan dengan koordinasi pendidikan di lingkungan sekolah dasar Kecamatan Babussalam.
“Kami tidak pernah menginstruksikan ataupun meminta kepala sekolah menyetor uang dengan alasan apa pun, apalagi membawa nama organisasi wartawan,” tegasnya lagi.
Selain Ketua K3S, klarifikasi tersebut juga diperkuat oleh Sekretaris K3S Babussalam dan Bendahara K3S Babussalam yang menegaskan bahwa tidak pernah ada keputusan organisasi ataupun pengumpulan dana dengan membawa nama PWI maupun PWA Aceh Tenggara.
Pertemuan klarifikasi tersebut turut dihadiri utusan dari PWI Aceh Tenggara, perwakilan PWA Aceh Tenggara, serta sejumlah awak media yang berlangsung di Kantor Sekretariat PWI Kabupaten Aceh Tenggara. Dalam suasana terbuka dan penuh kekeluargaan, seluruh pihak sepakat agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat tetap mengedepankan asas klarifikasi dan fakta yang berimbang.
Pengurus K3S Babussalam berharap masyarakat tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi secara menyeluruh dan meminta semua pihak menjaga kondusivitas dunia pendidikan di Aceh Tenggara.
Red.
