Warga Kutabatu II Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Hanyut di Area Galian C, DPW Lembaga Elhan-RI Aceh Sampaikan Belasungkawa



Aceh Tenggara – Musibah duka menyelimuti warga Desa Kutabatu II, Kabupaten Aceh Tenggara, setelah seorang warga bernama Ata bin Jul ditemukan meninggal dunia akibat hanyut di area galian C pada Jumat (5/6/2026) sore.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.01 WIB saat korban berada di kawasan galian C yang berada di Desa Kutabatu II. Korban diduga hanyut ketika berada di sekitar lokasi yang tergenang air.

Mengetahui kejadian tersebut, warga setempat segera melakukan pencarian di sekitar lokasi. Setelah pencarian berlangsung lebih kurang satu jam, korban akhirnya ditemukan pada pukul 18.44 WIB dalam keadaan meninggal dunia.

Korban ditemukan sekitar 400 meter dari titik awal kejadian. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga.

Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat Desa Kutabatu II. Musibah tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar area galian maupun lokasi perairan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Atas musibah tersebut, DPW Lembaga Elhan-RI Aceh turut menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum. Pimpinan dan seluruh keluarga besar organisasi berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut.

“Kami keluarga besar DPW Lembaga Elhan-RI Aceh turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ata bin Jul. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilaf dan dosanya, serta diterima seluruh amal ibadahnya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran, keteguhan hati, dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” demikian pernyataan belasungkawa yang disampaikan.

DPW Lembaga Elhan-RI Aceh juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar memperoleh rahmat dan ampunan dari Allah SWT serta berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Tinggalkan komentar