
Takalar // Elhannews.com – Di tengah gencarnya pembangunan di Kabupaten Takalar, masih ditemukan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH). Salah satunya adalah rumah milik HASNIATI (40), salah satu warga Desa Kanaeng, jln toa tinggi, Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. Rumah ini berada dalam kondisi memprihatinkan, terutama di musim hujan menyebabkan kebocoran atap sehingga ketika hujan dimalam hari harus kedinginan dan hampir semua isi rumahnya basah disebabkan oleh air hujan.
Ibu Hasniati yang telah bertahun-tahun tinggal di rumah tersebut, mengaku telah berulang kali melaporkan kondisinya kepada pemerintah setempat. Namun hingga kini, ia belum menerima bantuan atau tindak lanjut dari program perbaikan rumah tidak layak huni.
Sudah jalan 4 tahun rumah ini rusak dan bocor, dan saya sudah mengeluh kepemerintah, Saya sangat berharap ada bantuan dari pemerintah atau pihak lain. Takut kalau nanti saya sampai kejatuhan bangunan yang sudah rapuh ini dan ketika hujan dimalam hari kami bersama keluarga sangat kedinginan,” kata ibu hasniati.(12/12)
Selain itu ibu hasniati hanyalah seorang ibu rumah tangga, dan suaminya hanyalah pekerja bangunan harian lepas dan upah yang dia dapat hanya menutupi kebutuhan sehari-hari bersama keluarganya.
Selain itu mirwan dari Lembaga ELHAN-Ri berharap kepada Pemerintah daerah kabupaten Takalar, diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni di wilayah takalar, terutama menjelang musim hujan yang dapat memperburuk kondisi rumah-rumah seperti milik ibu hasniati yang sudah dikategorikan tidak layak huni dan 70% atap sangat rusak parah dan ketika hujan hampir semua isi rumah basah.kamis,12/12/24.
Red…



